News

Trump Ancam Tarif Baru untuk Kurangi Ketergantungan AS pada Mineral China

Istanbul (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal kepada sekutu dan mitra dagang bahwa ia siap memakai wewenang keamanan nasional untuk membatasi dominasi China atas mineral kritis dengan tenggat waktu perundingan selama 180 hari.

Dalam proklamasi yang ditandatangani Rabu 14 Januari, Trump memperingatkan para pemasok agar segera mengamankan rantai pasok yang lebih beragam atau bersiap menghadapi hambatan perdagangan baru, termasuk kemungkinan tarif.

Ia menekankan bahwa ketergantungan AS pada mineral penting yang diproses di luar negeri menjadi ancaman bagi keamanan nasional negara adidaya tersebut.

Para perunding diberi waktu tepat 180 hari hingga 13 Juli 2026 untuk mencapai kesepakatan yang bersifat mengikat secara hukum. Trump juga menginstruksikan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer untuk menegosiasikan perjanjian baru atau memperluas perjanjian yang sudah ada.

Langkah ini termasuk meningkatkan kapasitas pemrosesan di negara sekutu, mengamankan akses melalui perjanjian offtake, investasi di fasilitas non-China, dan menggunakan alat penstabil perdagangan seperti harga minimum untuk menangani fluktuasi pasar.

“Penambangan mineral di dalam negeri tidak menjamin keamanan nasional Amerika Serikat jika tetap bergantung pada negara asing untuk pemrosesan mineral tersebut,” bunyi proklamasi itu.

Trump juga menyatakan jika kesepakatan tidak tercapai, ia memiliki kewenangan untuk memberlakukan langkah “perbaikan” seperti tarif tinggi, kuota, atau harga impor minimum yang wajib dipatuhi.

China sendiri memegang pengaruh besar atas beberapa komoditas penting seperti tanah jarang, grafit, dan galium karena menguasai lebih dari 60 persen penambangan tanah jarang global dan 90 persen kapasitas pemrosesannya menurut Survei Geologi Amerika Serikat.

Proklamasi itu menyebut hingga 2024, AS sepenuhnya bergantung pada impor bersih untuk 12 mineral kritis dan memiliki ketergantungan impor lebih dari 50 persen untuk 29 mineral kritis lainnya.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: